Kamis, 02 Mei 2013
Sabtu, 27 April 2013
Produk Hukum
UNDANG-UNDANG
- Undang-Undang No 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
- Undang-Undang No 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik
- Undang-Undang No 21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah
- Undang-Undang No 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi
- Undang-Undang No 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf
- Undang-Undang No 38 Tahun 1999 Tentang Zakat
- Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan
- Undang-Undang No. 1/PNPS Tahun 1965 Tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama
- Undang-Undang No. 22 Tahun 1946 Tentang Pencatatan Nikah, Nikah, Talak dan Rujuk
Peraturan Presiden
- Peraturan Presiden 54 Tahun 2010 Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
- Peraturan Penjelasan atas Perpress 54 Tahun 2010 Peraturan Penjelasan Perpres 54 Tahun 2010
- Peraturan Presiden no.35 Tahun 2011 Tentang Perubahan atas Perpress 54 Tahun 2010
- Peraturan Presiden no.70 Tahun 2012 Tentang Perubahan Batang Tubuh Perpress 54 Tahun 2010 (1 Agustus 2012)
- Peraturan Penjelasan Presiden no.70 Tahun 2012 Tentang Perubahan Penjelasan no.70 Tahun 2012
Peraturan Pemerintah
- Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan UU 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf
Peraturan Menteri Agama
- Peraturan Menteri Agama Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Administrasi Pendaftaran Wakaf Uang
- Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 Tentang Organisasi dan Tata Laksana Kementerian Agama
Peraturan Direktur Jenderal
- Peraturan Direktur Jenderal Bimas Islam Depag RI Nomor. DJ.II/491 Tahun 2009 Tentang Kursus Calon Pengantin
- Instruksi Direktur Jenderal Bimas Islam Nomor KEP/D/101/1978 Tentang Tuntunan Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Mushalla
- Peraturan Direktur Jenderal Bimas Islam Nomor. Dj.II/426 Tahun 2008 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Tugas dan Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Penghulu
Rabu, 24 April 2013
Dirjen Bimas Islam
Sukabumi-Jabar, bimasislam--
Setiap awal bulan Qamariyah, Kementerian Agama RI melakukan Kegiatan
rukyatul hilal di Pusat Observasi Bulan (POB) Pelabuhan Ratu, Sukabumi.
Kegiatan rukyat kali ini dihadiri oleh Dirjen Bimbingan Masyarakat
Islam, Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA, Kasubdit Pembinaan Syariah dan
Hisab Rukyat, Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag, Kasi Hisab Rukyat, Ismail
Fahmi, S.Ag, Pejabat Kemenag Provinsi Jawa Barat, Pejabat Kemenag
Kabupaten Sukabumi, Badan Hisab Rukyat (BHR) Sukabumi, Para Kepala KUA
Se-kota Sukabumi, Lajnah Falakiyyah PBNU, dan para ahli falak Jawa Barat
dan sekitarnya.
Pelaksanaan
rukyat seperti ini bukan hanya dilakukan di Indonesia, tetapi
Negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei pun melakukan hal
yang sama. Karena, rukyat merupakan mata rantai pembentukan kriteria
visibilitas hilal sebagai penentuan awal bulan qamariyah. Perbedaan
penentuan awal bulan Qamariyah masih rentan sekali terjadi di Indonesia,
bahkan di beberapa negara lainnya. Demikian dikatakan Prof. Dr. Abdul
Djamil, MA, Direktur Jenderal Bimas Islam mengawali sambutannya ketika
mengikuti pelaksanaan Rukyatul Hilal awal bulan Jumadal Akhirah 1434 H
di Pusat Observasi Bulan (POB) Pelabuhan Ratu, Sukabumi Jawa Barat
(10/04).
Namun,
lanjut Prof. Djamil, janganlah karena perbedaan tersebut menjadi bibit
perpecahan di kalangan umat Islam. Sosialisasi hisab rukyat juga perlu
dilakukan agar umat Islam mengetahui bagaimana cara penentuan awal bulan
qamariyah yang benar, tegasnya.
Pada
kesempatan yang sama, Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Dr.
H. Ahmad Izzuddin, M.Ag ketika menyampaikan simulasi Rukyatul Hilal
dihadapan para pelaku rukyat. “Pada tanggal 29 Jumadil Ula 1434 H/10
April 2013 hilal berada pada ketinggian sekitar -1 derajat pada azimuth
280 derajat ketika matahari terbenam pukul 17:54 WIB, sehingga sangat
tidak mungkin hilal bisa dilihat. Namun demikian, lanjutnya, rukyat
tetap dilakukan sebagai sarana untuk membuktikan hasil hisab yang telah
dilakukan sebelumnya. Kegiatan ini akan berlangsung selama 2 hari yaitu
Rabu dan Kamis, 10 dan 11 April 2013. Pada hari Kamis posisi hilal telah
mencapai ketinggian sekitar 9 derajat, sehingga besar kemungkinan hilal
akan bisa dilihat, ujar Dosen Ilmu Falak IAIN Semarang ini.
Berdasarkan pantauan bimsislam,
disamping melakukan simulasi Rukyatul Hilal, dalam kegiatan ini juga
dijelaskan tentang penggunaan teknologi alat rukyat yang digunakan.
“Alat rukyat sekarang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Dengan
teleskop yang canggih, kita cukup memasukkan data koordinat tempat
pelaksanaan rukyat, maka teleskop tersebut akan bergerak dengan
sendirinya menuju benda langit yang dituju. Selain teleskop,
software-software komputer atau sejenisnya juga cukup akurat dalam
menyumbang kemajuan rukyatul hilal”. Kata Ismail Fahmi, S. Ag., Kasi
Hisab Rukyat.
Dalam
pelaksanaan rukyat kali ini para peserta rukyat cukup antusias dan
serius dengan memperhatikan pemaparan dari para pemateri. Selain itu
peserta juga terkesan gembira bisa mengikuti kegiatan Rukyatul Hilal
secara langsung dengan mencoba menggunakan teropong hilal yang telah
disiapkan oleh Tim Rukyatul Hilal Kementerian Agama RI.
Sebelum
melaksanakan prosesi rukyatul hilal, Dirjen Bimas Islam beserta
rombongan berkesempatan berkunjung ke Gedung Pusat Observasi Bulan (POB)
baru yang terletak di desa Cibeas kecamatan Simpenan kabupaten Sukabumi
± 7 Km dari Gedung Pusat Observasi Bulan (POB) lama yang terletak di
desa Cidadap kecamatan Simpenan kabupaten Sukabumi.
Sumber : http://bimasislam.kemenag.go.id/
Instruksi Dirjen Bimas Islam
Dalam rangka meningkatkan kwalitas dan kinerja pelayanan pada Kantor Urusan Agama ( KUA ) Kecamatan, perlu adanya tekhnologi informasi yang musah diakses oleh masyarakat dengan penerapan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah ( SIMKAH )yang terintegrasi denga penerapan e-nikah pada KUS Kecamatan. Informasinya bisa di download disini
Sumber : http://bimasislam.kemenag.go.id/
Sumber : http://bimasislam.kemenag.go.id/
Belajar Islam MNC Muslim
Jakarta, bimasislam—Salah satu program televisi berbayar di Indonesia yang amat concern pada model dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin
adalah MNC Muslim TV, Channel 97 (Indovision). Salah satu program
unggulannya adalah rubrik Belajar Islam. Program ini merupakan program
kerjasama nirlaba antara Indovision dengan Konsorsium Belajar Islam,
yaitu Alimat, Muhammadiyah, NU, UIN Jakarta, dan Yayasan Wakaf
Paramadina. Gabungan beberapa lembaga dan organisasi Islam terbesar di
Indonesia ini dikoordinasi oleh Yayasan Wakaf Paramadina.
Program Belajar Islam dikemas dalam format talk show
yang membincang beragam tema, dimana penanggung jawab dari lembaga atau
organisasi yang menjadi konsorsiumnya mengelola tema tertentu dan
tayang pada hari tertentu. Untuk Alimat mengelola tema perempuan dan
keluarga; Muhammadiyah mengelola tema tentang sosial-ekonomi; NU
mengelola tema fikih; UIN Jakarta mengelola tema politik Islam dan
sejarah Islam; serta Yayasan Wakaf Paramadina mengelola tema tasawuf dan
Islam Abad 21.
Berdasarkan pantauan bimasislam, materi-materi yang disampaikan oleh para pakar dalam program Belajar Islam menggunakan pendekatan Islam rahmatan lil ‘alamin,
yaitu cara pandang Islam moderat. Konsorsium memandang bahwa merupakan
kewajiban umat Islam untuk membangun Islam Indonesia yang damai, ramah,
menghargai keberagaman, dan menghargai kekayaan khazanah pengetahuan
yang dikembangkan di dunia Islam selama berabad-abad. Acara ini tidak
menawarkan Islam doktrin, atau Islam politik yang mudah menyalahkan
kelompok Islam lainnya.
Para
pakar yang pernah mengisi acara tersebut diantaranya adalah Azyumardi
Azra, Nasaruddin Umar, Muslim Nasution, Fuad Jabali, Musdah Mulia, dan
lain-lain. Berdasarkan run down program dari MNC
Muslim, program Belajar Islam tayang setiap Senin sampai Ahad pada pukul
20.00 s/d 21.00 WIB melalui televisi berlangganan Indovision (MNC
Muslim, Channel 97). Program ini hadir pertama kali di Indonesia sejak
28 Februari 2011.
Selain
program Belajar Islam, program lain yang bernuansa Islam juga
ditayangkan MNC Muslim, baik yang diproduksi sendiri atau berupa tayang
ulang dari program-program TV dalam jaringan MNC Group. Beberapa acara
tersebut diantaranya Maha Kasih, Dapur Aisyah, Kisah Kisah Duafa,
Siraman Qalbu, Majelis Cinta, Visi Zakat, Renungan Malam, Kultum, Ujang
Santri, Telaah Lega, Ngaji Bersama-sama, Gerbang Islam Nusantara,
Khazanah Islam, Ya Rasulallah, Kisah 25 Nabi dan Rasul, Hikmah Fajar,
Dai Dai'ah, Dakwah TPI, Bengkel Hati, Taman Hati, Nikmatnya Sedekah,
Cermin Hati, Cerita Sahabat, dan lain-lain.

.jpg)
